Posts

The 'Perks' of Working from Home with Two Young Kids: Staying Positive in the Face of Covid-19

Image
Ah, the privilege of working in solitude, with zero distractions (except for the social media and video-sharing platform icons displayed temptingly on the navigation bar), and boosted by speedy internet connection. How I miss it dearly! What a privilege working from anywhere with such a peaceful isolation. But here's what I got: When I just got a super clever idea for a revision of my journal article, and my hands and my mind tried to concentrate on coordinating so that the idea got transferred into writing . . . my son came and slapped me with a question, "Ambu, do worms change their skin because they are getting older?" "What????????????" I had no idea of what he was talking about. That's not the kind of question that I could simply answer 'yes' or 'no' because I needed to have scientific justification.  I definitely needed some time to think about the answer. And then... I FORGOT what I was trying to type in.  Oh, NO! My ...

Let's Not Be the "Privileged Covidiots"

Image
Alright, I'll be honest. Covid-19 DOESN'T CHANGE MY routine, IT DOESN'T AFFECT my life. source: twitter I still eat three meals a day, enjoying the same snacks. I still have the money to shop at the supermarket and find everything I need to survive, from food to toilet paper (which I don't really need that much). Even my children can still safely play in the yard! They can still have fun, fill their tummy, and sleep well! My scholarship is still flowing in (even though it is only enough for my living expenses here). My monthly salaries from Indonesia are still routinely sent every month (although it's value is reduced drastically when exchanged to dollars, D). My husband can keep his job, too, though it's not a high-paying one. The point is, instead of lacking, I feel very fulfilled. And. . . I realized HOW 'PRIVILEGED' I am! Not that I have zero problems, zero debt, or zero burden. I lead a normal life, with all its burden! HOWEVER, CO...

Is PhD REALLY a Lonely Journey?: My "Crowded" Journey

Image
Is PhD really a lonely journey? The answer to that will vary, depending on our perspectives. Being quite spiritual and religious myself, I might for example argue that life in itself is actually a lonely journey.  We were born alone to this world (even those with a twin did not come "together" out of their mother's womb), and we will die a lonely death. But, I am aware of the fact that loneliness has some positive and negative ramifications. Most of the time, it is viewed negatively, and as such bears negative consequences. I recently watched a news report telling about how older people who are lonely tend to die earlier than those who are not. Sad. What about PhD journeys? There is no absolute yes or no answer to that. For me, embarking this journey with two little kids and a husband made me feel like it is actually a crowded journey--mostly in a positive sense. errantscience.com I visualize this journey as one that I venture on a small boat enough for one...

"Married at First Sight": Ta'aruf ala Australia

Image
Setiap negara pasti memiliki acara TV yang "aneh", "neko-neko", atau kontroversial.  Ya, televisi butuh penonton, dan untuk menarik penonton, mereka harus menayangkan acara yang menarik perhatian, sekalipun harus mengundang kontroversi. Nah, di Australia ada satu acara TV yang sangat kontroversial dan tentunya memiliki rating yang sangat tinggi berjudul Married at First Sight yang ditayangkan oleh Channel 9. https://img.buzzfeed.com/buzzfeed-static/static/2017-02/6/23/campaign_images/buzzfeed-prod-web-01/susan-and-sean-forever-2-18470-1486443264-5_dblbig.jpg Ringkasnya, dalam acara ini, tiga orang psikolog atau ahli hubungan rumah tangga memasangkan lelaki dan perempuan (dan baru-baru ini perempuan dengan perempuan) hanya dengan membaca dan mencocokkan profil mereka masing-masing.  Misalnya, setelah membaca karakteristik pria 1, 2, 3, dan wanita A, B, dan C, para ahli ini kemudian memutuskan bahwa pria 1 akan cocok dengan wanita C, dan seterusnya. Mereka ...

Mencet Jerawat Menghasilkan Jutaan Rupiah?

Image
Judul ini bukan clickbait seperti judul-judul artikel nggak jelas yang membuat kita greget karena setelah klik (menghabiskan banyak kuota data), eh,  apa yang ditulis di judul tak kita temukan di isinya.  Clickbait itu memang jahat, Kakak! https://i.ytimg.com/vi/bxeq1b2aLlU/maxresdefault.jpg Lantas, bagaimana caranya mencet jerawat doang bisa menghasilkan jutaan rupiah?  Apakah uang mengalir dari jerawat yang dipencet? Tentu bukan begitu... Untuk menghasilkan uang jutaan rupiah dari memencet jerawat saja, kita harus merekam prosesnya dengan kualitas video yang baik, dan mengunggahnya ke kanal berbagi video (sebut merek saja, ya?), seperti Youtube. Memangnya ada yang mau nonton begituan ? Jangan salah... Coba deh ketik pimple popping , blackheads , acne popping , whiteheads , milia , severe acne.  Ini semua adalah kata kunci untuk mengunjungi situs-situs yang menayangkan video orang "memencet jerawat dengan berbagai jenisnya." Seorang aesthetician ...

Salah Kaprah Tes TOEFL(R) untuk CPNS

Image
https://kompaskerja.com TOEFL® sekarang menjadi syarat untuk melamar kerja di hampir semua instansi, termasuk instansi pemerintah lewat jalur penerimaan CPNS. Sebelum membahas lebih lanjut tentang TOEFL® untuk persyaratan CPNS, mungkin ada yang bertanya mengapa harus ada tanda (R) setelah istilah TOEFL? Simbol ® artinya Registered Trademark atau merek dagang terdaftar.  Simbol ini tidak bisa disepelekan karena berarti siapapun yang menggunakan merek ini untuk keperluan apapun, terutama keperluan bisnis, berarti dianggap telah melanggar hukum.   Jadi, adalah suatu kesalahan besar untuk menyebut tes bahasa Inggris yang mungkin struktur atau isinya mirip dengan  TOEFL® sebagai  TOEFL®.  Kesalahan fatal yang dapat membuat orang yang menggunakan merek tersebut untuk kepentingan bisnis dituntut secara hukum oleh pemilik merek dagang  TOEFL®, yaitu ETS atau English Test Center yang berkantor pusat di Ameriksa Serikat sana.  Sampai sin...

Berbahagialah Tanpa Harus Nyinyir dengan "Kemalangan" Orang Lain

Image
https://pbs.twimg.com/media/DvUsWVNVsAAyiVv.jpg Anda hidup bahagia? Syukurlah, saya ikut senang.  Beneran ! Seriusan ! Anda ingin membagikan kebahagiaan Anda dengan semua orang di media sosial? Silakan, memang media sosial tempatnya untuk itu. (Saya juga sering begitu :D) Namun, saat Anda membagikan kebahagiaan itu, cukuplah Anda beritakan kebahagiaan Anda.  Anda tak harus membandingkan kebahagiaan Anda dengan kemalangan orang lain.  Apakah Anda merasa kurang bahagia jika tidak menunjukkan betapa malangnya orang lain? Maaf, kali ini tulisan saya juga bernada "nyinyir".  Tapi, semoga nyinyir ini positif untuk mengingatkan kita bersama bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak. Maaaaf sekali lagi.  Saya agak jengah dengan beberapa orang yang saya kenal--meskipun tak cukup baik--yang persis seperti judul dalam tulisan ini: Sering membagikan kebahagiaannya dengan harus menunjukkan kemalangan orang lain. Menjatuhkan orang untuk meninggikan diri...

Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Artikelnya Dimuat di Jurnal (Bagian 1)

Image
Sebenarnya apalah saya menuliskan tentang topik yang begitu "akademik" ini.  Saya hanyalah remahan kata yang dibuang penulis saat mengedit tulisannya sebelum dimuat di jurnal. Hiks. Tapi, daripada saya marah-marah nggak jelas.  Lebih baik saya ungkapkan unek-unek saya ini dalam bentuk tulisan yang mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan yang baru terjun ke dunia tulis-menulis.  Mudah-mudahan. Jadi, sebenarnya ini adalah unek-unek saya sebagai seorang editor jurnal yang katanya sih bertaraf internasional--atau lebih tepatnya aspiring to be international-- InsyaaAllaah... Ini tahun keempat saya menjadi kepala editor jurnal ini, dan saya sudah banyak bertemu beragam jenis penulis dengan keunikannya masing-masing. Sebagai seorang chief editor merangkap editor merangkap copyeditor merangkap layouter (euleuh...., tapi benar!), sebelum saya teruskan naskahnya ke para mitra bebestari atau reviewer , saya kebagian tugas menyaring naskah atau manuskrip yang masuk....

Kebakaran Hutan dan Lahan Australia dalam Puisi

Image
(Sumber: 7news.com.au) Tempo hari, saya memberanikan diri mengikuti ajang perlombaan Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemuda Indonesia-Australia atau AIYA (Australian-Indonesian Youth Association).  Perlombaan tersebut bernama National Australia-Indonesia Awards atau disingkat manis menjadi NAILA. Ingin tahu lebih banyak tentang NAILA?  Silakan kunjungi halaman ini .  Jika ingin melihat saya ( penting, ya? :D) di laman ini, kunjungi tautan ini .  Tema yang diangkat oleh perlombaan NAILA kali ini adalah lingkungan.  Perlombaan ini menarik dan unik bukan hanya karena pesertanya 90% adalah orang Australia yang pintar berbahasa Indonesia, tapi juga karena mekanisme perlombaannya.  Misalnya, untuk mengikuti lomba, peserta harus mengunggah video dengan editing seminimal mungkin.  Peserta juga diberi kebebasan untuk mengekpresikan kreativitas mereka dalam menanggapi tema yang dipilih oleh NAILA. Awalnya saya terpikir untuk berpida...

Satu Beasiswa untuk Pengeluaran Berjamaah (Berhemat Bagian 1)

Image
Photo by  Steve Johnson  on  Unsplash Judul ini pas sekali bagi mereka yang bertanya-tanya, cukupkah beasiswa untuk satu orang saja membiayai seluruh keluarga? Jawabannya CUKUP-CUKUP saja, selama kita pintar mengatur keuangan. Perlu digarisbawahi, beasiswa kampus seperti yang saya peroleh ini tidak memberikan bantuan untuk pasangan dan anak, walaupun jumlahnya agak sedikit lebih besar ( nggak ngaruh, sungguh! ) dibanding beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia.  Jadi, harus benar-benar pintar mengatur uang dan... harus percaya bahwa ada yang Maha Mengatur yang jauh lebih tahu kebutuhan kita.  Jadi, jangan pernah takut tidak cukup! Saya akan pecah pengeluaran bulanan di sini ke dalam beberapa bagian. Pengeluaran yang paling besar tentu adalah sewa rumah, apalagi kalau bawa keluarga.  Jika berangkat sendirian, kita bisa tinggal bareng-bareng mahasiswa lain.  Jadi, biaya sewa rumahnya bisa dibagi beberapa orang.  Ringan, kan, j...